MAKALAH PENAFSIRAN PB II
IMAN TANPA PERBUATAN PADA HAKEKATNYA ADALAH MATI
Diajukan guna memenuhi Nilai
Mata Kuliah “Teologi Perjanjian Baru”
Oleh Bapak Mika Gobai, M.Th
Disusun Oleh :
Nama : lakiek silip
Nim : 2011040083
Semester : Vc
Jurusan : PAK
Tahun : 2013-2014
SEKOLAH TINGGI AGAMA KRISTEN PROTESTAN NEGERI
BURERE SENTANI
TAHUN 2013/2014
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur penulis sampaikan kepada Tuhan Yesus yang telah memungkinkan tulisan ini selesai. Dalam tulisan yang berbentuk makalah Tafsiran ini, penulis memaparkan iman tanpa perbuatan pada hakekatnya adalah mati dalam konteks keselamatan injil yakobus 2:14-26
Pemahaman yang jelas akan doktrin bahwa keselamatan adalah anugerah (sola gracia) dan hanya melalui iman saja (sola fide) pada akhir – akhir ini telah menjadi kabur khususnya bagi kaum awan, bahkan dikalangan pengajar di gereja. Maka tulisan ini diberikan untuk menjawab pertanyaan gereja tentang bagaiman iman tanpa perbuatan pada hakekatnya adalah matidalam konteks keselamatan, dan menyegarkan kembali pemahaman yang telah mulai kabur. Kiranya tulisan ini dapat bermanfaat bagi kita. Amin
Jayapua 28 April 2012
Penyusun
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL ................................................................................................i
KATA PENGANTAR ..............................................................................................ii
DAFTAR ISI ............................................................................................................iii
BAB I PENDAHULUAN ........................................................................................1
1.1. Latar Belakang Masalah .....................................................................................1
1.2. Tujuan Penulisan .................................................................................................2
1.3. Rumusan Masalah ..............................................................................................2
BAB II PEMBAHASAN ............................................................................................3
2.1.Tafsiran iman tanpaPerbuatan pada hakekatnya adalah mati...................................4
2.2. Tafsiran atat per-ayat ..............................................................................................5
2.2. Tafsiran atat per-ayat ..............................................................................................5
BAB III PENUTUP ....................................................................................................... 6
5.1. Kesimpulan ..................................................................................................... .... 6
5.2. Saran ...................................................................................................................... .7
5.1. Kesimpulan ..................................................................................................... .... 6
5.2. Saran ...................................................................................................................... .7
BAB I
PENDAHULUAN
1.1.LATAR BELAKANG
Diselamatkan oleh anugerah adalah suatu konsep dalam teologi Kristen yang menyatakan bahwa keselamatan manusia adalah pemberian Allah semata. Dalam konsep ini, keselamatan manusia tidak ditentukan oleh perbuatan yang dilakukannya, melainkan berdasarkan anugerah dari Allah yang diterima melalui iman kepada Tuhan Yesus Kristus sebagai Tuhan dan juruselamat. Keselamatan itu bukan karena pekerjaan atau perbuatan manusia, melainkan keselamatan itu anugerah Allah.[1] Konsep ini terdapat di dalam Alkitab Perjanjian Baru. Dalam sejarah kekristenan, selanjutnya konsep ini banyak diperdebatkan, khususnya mengenai kontribusi manusia dalam mengusahakan keselamatannya.
Alkitab mengajarkan dengan jelas bahwa manusia yang berdosa “telah diselamatkan dengan cuma-cuma melalui “anugerah” (Roma 4:16). Jadi dasar pembenaran itu adalah kematian Kristus, dan sarana yang olehnya pembenaran itu menjadi efektif adalah iman[2]. Akan tetapi, manusia harus merespon anugerah Allah tersebut bagi dirinya sendiri melalui iman. Melalui penjelasan tersebut, disimpulkan bahwa “karena anugerah oleh iman”, selanjutnya dinyatakan, “Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanm jangan ada orang yang memegahkan diri” (Efesus 2:8), maka manusia diselamatkan. Dikatakan ‘jangan kamu memegahkan diri’ artinya jangan kamu menyangka bahwa pekerjaan yang kamu kerjakan adalah suatu jasa melainkan semuanya adalah kasih karunia.[3] Harun Hadiwijono menyatakan, “Menurut Roma 3: 21, 22, agar manusia dapat dibenarkan di dalam penghakiman Allah, ia harus memiliki kebenaran Allah karena iman di dalam Kristus Yesus.”[4] Kebenaran dari Allah diberikan di dalam Kristus karena iman. Dan iman ini adalah unsur penting dalam pengorbanan-Nya yang mendatangkan penebusan dosa.[5]
1.2 . RUMUSAN MASALAH
1. Melalui penafsiran terhadap Surat Yakobus 2:14-26 apakah gunanya, saudara-saudaraku, jika seorang mengatakan, bahwa ia mempunyai iman, padahal ia tidak mempunyai perbuatan?,
2. apakah Yakobus mengajarkan keselamatan oleh iman atau oleh perbuatan? Atau keselamatan oleh iman + perbuatan?
1.3 . Tujuan Penafsiran
Tujuan penulisan ada dua yaitu:
1. Pertama, biar tidak terjadi kesalapamahan dalam penafsiran dan maksud penulis
2. surat.Kedua, untuk memenuhi tuntutan tugas dari mata kuliah Tafsir Perjanjian Baru pada semester V dari dosen mata kuliah tafsir.
BAB II
PEBAHASAN
IMAN TANPA PERBUATAN PADA HAKEKATNYA ADALAH MATI
Teks -- Yakobus 2:14-26 (TB)
a. Iman tanpa perbuatan pada hakekatnya adalah mati
Yakobus 2:14-27 Apakah gunanya, saudara-saudaraku, jika seorang mengatakan, bahwa ia mempunyai iman, padahal ia tidak mempunyai perbuatan? Dapatkah iman itu menyelamatkan dia? 2:15 Jika seorang saudara atau saudari tidak mempunyai pakaian dan kekurangan makanan sehari-hari, 2:16 dan seorang dari antara kamu berkata: "Selamat jalan, kenakanlah kain panas dan makanlah sampai kenyang!", tetapi ia tidak memberikan kepadanya apa yang perlu bagi tubuhnya, apakah gunanya itu? 2:17 Demikian juga halnya dengan iman: Jika iman itu tidak disertai perbuatan, maka iman itu pada hakekatnya adalah mati. 2:18 Tetapi mungkin ada orang berkata: "Padamu ada iman dan padaku ada perbuatan", aku akan menjawab dia: "Tunjukkanlah kepadaku imanmu itu tanpa perbuatan, dan aku akan menunjukkan kepadamu imanku dari perbuatan-perbuatanku." 2:19 Engkau percaya, bahwa hanya ada satu Allah saja? Itu baik! Tetapi setan-setanpun juga percaya akan hal itu dan mereka gemetar. 2:20 Hai manusia yang bebal, maukah engkau mengakui sekarang, bahwa iman tanpa perbuatan adalah iman yang kosong? 2:21 Bukankah Abraham, bapa kita, dibenarkan karena perbuatan-perbuatannya, ketika ia mempersembahkan Ishak, anaknya, di atas mezbah? 2:22 Kamu lihat, bahwa iman bekerjasama dengan perbuatan-perbuatan dan oleh perbuatan-perbuatan itu iman menjadi sempurna. 2:23 Dengan jalan demikian genaplah nas yang mengatakan: "Lalu percayalah Abraham kepada Allah, maka Allah memperhitungkan hal itu kepadanya sebagai kebenaran." Karena itu Abraham disebut: "Sahabat Allah." 2:24 Jadi kamu lihat, bahwa manusia dibenarkan karena perbuatan-perbuatannya dan bukan hanya karena iman. 2:25 Dan bukankah demikian juga Rahab, pelacur itu, dibenarkan karena perbuatan-perbuatannya, ketika ia menyembunyikan orang-orang yang disuruh itu di dalam rumahnya, lalu menolong mereka lolos melalui jalan yang lain? 2:26 Sebab seperti tubuh tanpa roh adalah mati, demikian jugalah iman tanpa perbuatan-perbuatan adalah mati.
Nas : Yak 2:14
Ayat Yak 2:14-26 membahas persoalan anggota gereja yang mengaku memiliki iman yang menyelamatkan kepada Tuhan Yesus Kristus, namun pada saat yang bersamaan tidak pernah menunjukkan bukti pengabdian yang sungguh-sungguh kepada Dia dan Sabda-Nya.
- 1) Iman yang menyelamatkan senantiasa merupakan iman hidup yang tidak berhenti dengan sekadar mengaku Kristus sebagai Juruselamat, tetapi juga mendorong ketaatan kepada Dia sebagai Tuhan. Demikianlah, ketaatan adalah aspek yang penting dari iman. Hanya mereka yang taat dapat percaya dan hanya mereka yang percaya dapat taat
mengenai "ketaatan yang disebabkan oleh iman";
- 2) Perhatikan bahwa tidak ada pertentangan di antara Paulus dengan Yakobus mengenai persoalan iman yang menyelamatkan. Biasanya Paulus menekankan iman sebagai sarana untuk seorang menerima Kristus sebagai Juruselamat (Rom 3:22). Yakobus memperhatikan kenyataan bahwa iman yang sejati harus aktif dan tekun sehingga membentuk keberadaan kita.
- Yak 2:17 - JIKA IMAN ITU TIDAK DISERTAI PERBUATAN ... PADA HAKEKATNYA ADALAH MATI.
Nas : Yak 2:17
Teks :
- 1) Iman sejati yang menyelamatkan begitu penting sehingga mau tidak mau harus menyatakan diri di dalam tindakan saleh dan pengabdian kepada Yesus Kristus. Perbuatan tanpa iman adalah perbuatan yang mati. Iman tanpa perbuatan adalah iman yang mati. Iman yang sejati selalu menyatakan dirinya dalam ketaatan kepada Allah dan perbuatan belas kasihan terhadap mereka yang membutuhkannya
- Pada pihak lain, jangan beranggapan bahwa kita memelihara iman yang hidup hanya dengan usaha kita sendiri. Kasih karunia Allah, Roh Kudus yang mendiami kita dan syafaat Kristus
bekerja di dalam kehidupan kita untuk memungkinkan kita menanggapi Allah "yang bertolak dari iman dan memimpin kepada iman" (Rom 1:17). Jikalau kita berhenti menanggapi kasih karunia Allah dan pimpinan Roh, maka iman kita akan mati.
Yak 2:21 - DIBENARKAN KARENA PERBUATAN-PERBUATANNYA.
Nas : Yak 2:21
Kebenaran Abraham tidak bersumber dari "melakukan hukum Taurat" (Rom 3:28), tetapi oleh iman dan perbuatan yang bekerja sama di dalam kasih. Kesediaannya untuk mengorbankan Ishak merupakan ungkapan iman dan komitmennya kepada Allah
Yak 2:22 - IMAN BEKERJASAMA DENGAN PERBUATAN-PERBUATAN.
Nas : Yak 2:22
Yakobus tidak mengatakan bahwa yang menyelamatkan kita adalah iman dan perbuatan. Anggapan ini memisahkan iman dari perbuatan. Sebaliknya, Yakobus berjuang untuk iman yang bekerja. Demikian, iman dan perbuatan tidak pernah dapat dipisahkan; perbuatan dengan sendirinya mengalir dari iman
: Yak 2:24 - DIBENARKAN KARENA PERBUATAN-PERBUATANNYA.
Nas : Yak 2:24
Kata Yunani _ergon_ yang diterjemahkan "perbuatan-perbuatannya" dipakai oleh Yakobus dengan arti yang berbeda daripada yang dipergunakan Paulus dalam Ef 2:9 yang diterjemahkan di situ sebagai "pekerjaanmu".
- 1) Bagi Yakobus, "perbuatan-perbuatannya" menunjuk kepada kewajiban terhadap Allah dan sesama manusia yang diperintahkan dalam Alkitab dan yang bersumber dari iman yang sungguh-sungguh, hati yang murni, kasih karunia Allah, dan keinginan untuk menyenangkan Kristus.
- 2) Bagi Paulus, "pekerjaan" menunjuk kepada keinginan untuk memperoleh perkenan dan keselamatan melalui usaha menaati hukum Taurat dengan kekuatan sendiri dan bukan melalui pertobatan dan iman kepada Kristus.
bahwa tidak ada gunanya ... perbuatan?: beberapa naskah kuno: bahwa iman tanpa perbuatan adalah iman yang mati?
Yak 2:16-26
Yak 2:19 - mereka gemetar
Setan-setan tidak takut kepada Allah yang mereka kenal, bdk Mar 1:24,34, dll. Namun demikian mereka takut terhadap kemurkaanNya yang akan datang.
Yak 2:21 - bapa kita
Tradisi Yahudi menganggap Abraham sebagai orang benar yang setia pada Allah, Sir 44:19-22, dan sahabat Allah, 2Ta 20:7; Yes 41:8, serta bapa orang yang percaya, bdk Mat 3:8; Yoh 8:39. Dalam hal ini Yakobus sependapat dengan Paulus, Rom 4:1,16.
Yak 2:22 - sempurna
Sama seperti Paulus Yakobus tidak menganggap iman Abraham sebagai "perbuatan", Kej 15:6, yang dikutip dalam Yak 2:23; Rom 4:3; Gal 3:6. Tetapi Yakobus lebih menekankan bahwa iman, hukum sempurna itu diamalkan, Yak 1:25; 2:8.
Var: mata-mata itu, bdk Ibr 11:31. Rakhab yang percaya kepada Allah sangat populer dalam tradisi Yahudi.
Yak 2:26
Yak 2:14-15
Iman tidak terletak hanja dalam mengetahui kebenaran-kebenaran, tetapi terlebih dengan mempraktekkannja.
Iman tak dapat dilihat, karena ia ada dalam hati manusia. Tetapi pekerdjaan baik akan membuktikan bahwa dalam hati seseorang ada iman.
Abraham adalah tjontoh seorang jang beriman sedjati: ia taat kepada kehendak Allah, malah sampai mau mengorbankan puteranja
Yak 2:14 - mempunyai perbuatan
Yak 2:16 - gunanya itu
Yak 2:17 - adalah mati
Yak 2:18 - tanpa perbuatan // kepadamu imanku // dari perbuatan-perbuatanku
Yak 2:19 - satu Allah // hal itu
Yak 2:20 - yang kosong
Yak 2:25 - melalui jalan
Yak 2:26 - adalah mati
Tafsiran/Catatan (Ayat per Ayat)
Nas ini merupakan bagian yang paling dikenal dan paling seru diperdebatkan dari surat ini. Ayat-ayat inilah yang membuat Martin Luther menyebut kitab ini sebagai "surat sepele yang tepat." Sebagian besar dari kesulitan untuk menafsirkan 2:14-26 disebabkan karena orang tidak memahami bahwa (1) Yakobus bukan menolak doktrin pembenaran oleh iman dari Paulus melainkan justru menolak penyimpangan terhadap doktrin tersebut. (2) Paulus dan Yakobus memakai kata perbuatan dan dibenarkan dengan pengertian yang berbeda. Kedua hal ini akan dibahas lebih lanjut di dalam penafsiran ayat-ayat dari nas ini.
Yak 2:14 - jika seorang mengatakan bahwa ia mempunyai iman, // iman // perbuatan
Yak 2:15-16 - seorang saudara atau saudari, // Selamat jalan, kenakanlah kain panas dan makanlah sampai kenyang, // l
Yak 2:21 - Abraham bapa kita // dibenarkan // kepada
Yak 2:22
Yak 2:23 - genaplah nas // Sahabat Allah
Yak 2:24
acam inilah yang menghasilkan pembenaran.
Yak 2:25 - Rahab
26. Pernyataan penutup dari 2:14-26 menunjukkan bahwa hubungan antara iman dan perbuatan adalah seerat hubungan antara tubuh dengan jiwa. Hidup adalah hasil dari perpaduan keduanya. Pada saat kedua hal itu dipisahkan, yang dihasilkan ialah kematian. Iman yang palsu pada hakikatnya adalah mayat rohani"
BAB III
KESIMPULAN DAN SARAN
- A. Kesimpulan
Keselamatan adalah anugerah Allah semata-mata. Manusia menerima keselamatan dari Allah hanya karena iman, bukan karena perbuatan. Setelah menerima keselamtan dengan cara demikian, manusia harus mengerjakan keselamatan itu di dalam kehidupan melalui perbuatan-perbuatan yang manusia lakukan dan kerjakan. Jika manusia tidak aktif mengerjakan keselamatan dengan cara demikian sesudah ia menjadi percaya, itu menunjukkan bahwa iman yang diakuinya dengan mulut itu adalah iman yang mati. Itu tandanya bahwa ia belum sungguh-sungguh mengalami keselamatan.
Manusia tidak diselamatkan karena perbuatan. Tetapi perbuatan-perbuatan merupakan tanda apakah iman itu benar-benar hidup, sekaligus perbuatan-perbuatan itulah yang akan meningkatkan kadar iman orang percaya.
Perbuatan bukan sesuatu yang ditambahkan pada iman – keduanya harus ada bersama-sama. Yakobus tidak bermaksud untuk membedakan antara iman dan perbuatan; yang dibedakan adalah antara iman yang disertai perbuatan dan iman yang tidak disertai perbuatan. Bagi Yakobus iman harus disertai oleh perbuatan. Yang satu tidak dapat ada tanpa yang lain, sebab iman yang tanpa perbuatan adalah mati.
B. Saran
Akhirnya penulis menyarankan beberapa hal sebagai berikut:
- Orang percaya hendaknya menyatakan imannya melalui perbuatan baik terutama terhadap saudara seiman dan kepada semua orang.
- Orang percaya hendaknya dalam melalukan perbuatan baik bukan supaya diselamatkan melainkan sebagai bukti bahwa orang percaya sudah diselamatkan.